Friday, 29 January 2021

Pengetian, Jenis-jenis, Unsur-unsur, Teknik, Manfaat SENI TEATER

SENI TEATER



1.     Pengertian Seni Teater

Seni teater adalah salah satu jenis kesenian berupa pertunjukan drama yang dipentaskan di atas panggung. Secara spesifik, seni teater adalah sebuah seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting para pemainnya. Kata teater diambil dari bahasa Yunani, theatron, yang artinya tempat atau gedung pertunjukan.

Istilah ‘teater’ dapat diartikan secara luas dan sempit. Secara luas, pengertian seni teater adalah seluruh adegan akting dan peran yang dipertunjukan di atas panggung di depan banyak penonton. Contohnya ketopak, wayang, sintren, dagelan, akrobat.

Sedangkan secara sempit, pengertian seni teater adalah adegan tentang perjalanan hidup seseorang yang dibuat sedemikian rupa sehingga patut untuk dipertontonkan kepada khalayak umum di atas panggung pertunjukan dan didramakan sesuai dengan naskah yang telah dibuat.

Berikut merupakan pengertian seni teater atau drama menurut para ahli:

·         Moulton : kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan.

·         Balthazar Vallhagen : kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan gerakan.

·         Ferdinand Brunetierre : sebuah kehendak yang dilakukan dengan aksi atau gerak.

·         Anne Civardi : kisah yang diceritakan lewat kata-kata dan gerakan.

·         Budianta : genre sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.

·         Seni Handayani dan Wildan : bentuk karangan yang berpijak pada dua cabang kesenian, yakni seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi dia, yaitu drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan.

2.     Fungsi Teater

1.Teater sebagai Sarana Upacara : Pada awal munculnya, teater juga hadir sebagai sarana upacara persembahan kepada dewa Dyonesos dan upacara pesta untuk dewa Apolla. Teater sebagai sarana upacara tidak membutuhkan penonton, karena penontonnya adalah bagian dari peserta upacara itu sendiri.



2.Teater sebagai Media Ekspresi : Teater mempunyai fokus utama pada laku dan dialog. Dalam praktiknya, seniman teater akan menunjukan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan.



3.Teater sebagai Media Hiburan : Dalam fungsinya sebagai media hiburan, teater sudah dipersiapkan dengan maksimal sebelum pementasan dengan harapan agar penonton dapat terhibur.



4.Teater sebagai Media Pendidikan : Teater juga seni kolektif, dalam artian teater tidak dikerjakan secara sendiri melainkan diperlukan kerja tim. Melalui sebuah pertunjukan, manusia lebih mudah mengambil nilai baik buruk kehidupan dibandingkan hanya membaca cerita.

 

3. Unsur-unsur Seni Teater

1.Unsur Internal
Unsur internal adalah unsur yang menyangkut dengan keberlangsungan suatu pementasan teater, meliputi:

·         Naskah atau Skenario – adalah kisah dengan nama tokoh dan dialog yang akan dipentaskan. Naskah merupakan salah satu penunjang yang juga berhubngan dengan pentas, pemain, kostum dan sutradara.



·         Pemain – merupakan jantung dari pertunjukan teater. Permain mempunyai peran dalam menghasilkan unsur suara dan gerak. Ada tiga jenis pemain, yaitu peran utama (protagonis/antagonis), peran pembantu dan peran tambahan atau figuran.



·         Sutradara – Dalam sebuah pertunjukan, sutradara adalah unsur yang paling sentral karena sutradara adalah orang yang memimpin teknik pembuatan atau pementasan. Sutradara merupakan otak jalannya cerita untuk mengarahkan paa pemain, membedah naskah dan menciptakan ide-ide tentang pentas yang akan digunakan.



·         Pentas – merupakan penunjang pertunjukan yang menghadirkan nilai keindahan, didalamnya terdapat juga properti, tata lampu dan beberapa dekorasi lain yang berhubungan dengan pentas.

·         Properti – adalah sebuah perlengkapan dalam pementasan teater, seperti kursi, meja, hiasan ruangan, dekorasi dan lain sebagainya.



·         Penataan – adalah seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan pementasan teater, seperti tata rias, tata busana, tata lampu dan tata suara.

 

2.Unsur Eksternal

Unsur eksternal yaitu mengurus segala yang berkenaan dengan di luar pemintasan. Yaitu staf produksi, karena staf produksilah yang melakukan segala perlengkapan yang menyangkut pemintasan.

Staf Produksi

Staf produksi menyangkut manager tingkat produser atau pimpinan produksi sampai segala bagian dibwahnya (Tjokroatmojo dkk ). Adapun tugas masing-masing:

Produser/ pimpinan produksi

a.       Mengurus produksi secara keseluruhan

b.      Menetapkan personal (petugas), angran biaya, program kerja fasilitas dan sebagainya.

  Derektor/ sutradara

a.       Pembawa naskah

b.      Koordinator pelaksanaan pementasan

c.       Menyiapkan aktor

Stage manager

a.       Pemimpin panggung

b.      Membantu sutradara

Desainer

Menyiapkan aspek-aspek visual:

a.       Setting (tempat, suasana)

b.      Property (perlengkapan pentas)

c.       Lighting (tata lampu)

d.      Costume (tata busana)

e.       Sound (pengeras suara)

 Crew

a.       Bagian pentas

b.      Bagian tata lampu

c.       Bagian perlengkapan

d.      Bagian tata suara musik

Sutradara

Seorang sutradara memilih naskah, memilih aktor, melatihnya, dan lain sebagainya.

Asisten sutradara (asdos)

Membantu segala sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang sutradara

Bagian-bagian

a.       Bagian make up                : menghias aktor

b.      Bagian lighting                   : mengatur tata cahaya pentas

c.       Bagian property                : menyiapkan segala properti yang dibutuhkan

d.      Dan lain sebagainya          :  tergantung kebutuhan produksi


4. Jenis- Jenis Teater

1. Teater Boneka


Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa peninggalannya ditemukan di makam-makam India Kuno, Mesir, dan Yunani. Boneka sering dipakai untuk menceritakan legenda atau kisahkisah religius. Berbagai jenis boneka dimainkan dengan cara yang berbeda. Boneka tangan dipakai di tangan sementara boneka tongkat digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Marionette, atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan kayu silang tempat tali boneka diikatkan.

Dalam pertunjukan wayang kulit, wayang dimainkan di belakang layar tipis dan sinar lampu menciptakan bayangan wayang di layar. Penonton wanita duduk di depan layar, menonton bayangan tersebut. Penonton pria duduk di belakang layar dan menonton wayang secara langsung.

2 Drama Musikal 
Merupakan pertunjukan teater yang menggabungkan seni menyanyi, menari, dan akting. Drama musikal mengedepankan unsur musik, nyanyi, dan gerak daripada dialog para pemainnya. Di panggung Broadway jenis pertunjukan ini sangat terkenal dan biasa disebut dengan pertunjukan kabaret. Kemampuan aktor tidak hanya pada penghayatan karakter melalui baris kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui lagu dan gerak tari. Disebut drama musikal karena memang latar belakangnya adalah karya musik yang bercerita seperti The Cats karya Andrew Lloyd Webber yang fenomenal. Dari karya musik bercerita tersebut kemudian dikombinasi dengan gerak tari, alunan lagu, dan tata pentas.

Selain kabaret, opera dapat digolongkan dalam drama musikal. Dalam opera dialog para tokoh dinyanyikan dengan iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan disebut seriosa. Di sinilah letak perbedaan dasar antara Kabaret dan opera. Dalam drama musikal kabaret, jenis musik dan lagu bisa saja bebas tetapi dalam opera biasanya adalah musik simponi (orkestra) dan seriosa. Tokoh-tokoh utama opera menyanyi untuk menceritakan kisah dan perasaan mereka kepada penonton. Biasanya juga berupa paduan suara. Opera bermula di Italia pada awal tahun 1600-an. Opera dipentaskan di gedung opera. Di dalam gedung opera, para musisi duduk di area yang disebut orchestra pit di bawah dan di depan panggung.


3 Teater Gerak 


Teater gerak merupakan pertunjukan teater yang unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah serta tubuh pemainnya. Penggunaan dialog sangat dibatasi atau bahkan dihilangkan seperti dalam pertunjukan pantomim klasik. Teater gerak, tidak dapat diketahui dengan pasti kelahirannya tetapi ekspresi bebas seniman teater terutama dalam hal gerak menemui puncaknya dalam masa commedia del’Arte di Italia. Dalam masa ini pemain teater dapat bebas bergerak sesuka hati (untuk karakter tertentu) bahkan lepas dari karakter tokoh dasarnya untuk memancing perhatian penonton. Dari kebebasan ekspresi gerak inilah gagasan mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul.

Teater gerak yang paling populer dan bertahan sampai saat ini adalah pantomim. Sebagai pertunjukan yang sunyi (karena tidak menggunakan suara), pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah polah gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan sebuah lakon yang hendak disampaikan semua ditampilkan dalam bentuk gerak. Tokoh pantomim yang terkenal adalah Etienne Decroux dan Marcel Marceau, keduanya dari Perancis.

4.Teater Dramatik


Istilah dramatik digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang berdasar pada dramatika lakon yang dipentaskan. Dalam teater dramatik, perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan dan situasi cerita serta latar belakang kejadian dibuat sedetail mungkin. Rangkaian cerita dalam teater dramatik mengikuti alur plot dengan ketat. Mencoba menarik minat dan rasa penonton terhadap situasi cerita yang disajikan. Menonjolkan laku aksi pemain dan melengkapinya dengan sensasi sehingga penonton tergugah. Satu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lain hingga membentuk keseluruhan lakon. Karakter yang disajikan di atas pentas adalah karakter manusia yang sudah jadi, dalam artian tidak ada lagi proses perkembangan karakter tokoh secara improvisatoris (Richard Fredman, Ian Reade: 1996). Dengan segala konvensi yang ada di dalamnya, teater dramatik mencoba menyajikan cerita seperti halnya kejadian nyata.


Seni Teater atau Pertunjukan Rakyat di Indonesia

1. Lenong.
Seperti ludruk, hidup di daerah Jakarta.
2. Ludruk.
Hidup di daerah Jawa Timur, ceritanya merupakan kejadian sehari – hari atau mengambil tokoh – tokoh tertentu.
3. Makyong.
Pertunjukan rakyat di daerah Riau, pelakunya memakai topeng dan kuku buatan yang panjang.

4. Mamanda.
Pertunjukan rakyat di daerah Kalimantan, lebih bersifat komedi.
5. Opak Alang.
Kethoprak yang diiringi rebana, di Jawa Tengah bagian utara.

6. Randai.
Nyanyian yang disertai gerak tari dan silat dari daerah Sumatra Barat.
7. Banjet.
Pertunjukan rakyat di daerah Jawa Barat bagian utara.
8. Kethoprak.
Hidup di daerah Jawa Tengah, ceritanya diambil dari sejarah atau babad zaman raja – raja dahulu.
9. Tarling : seperti ludruk, hidup di daerah Cirebon, Jawa Barat.
10. Wayang Golek.
Hidup di daerah Jawa Barat, dimainkan oleh seorang dalang.
11. Wayang Kulit.
Hidup di daerah Jawa Tengah, dimainkan oleh seorang dalang.
12. Wayang Orang.
Hidup di daerah Jawa Tengah, ceritanya diambil dari Mahabarata atau Ramayana.
13. Laes / Sintren.
Permainan rakyat yang mengandung unsur kegaiban, di daerah Jawa Tengah bagian utara.
14. Lengguk.
Seperti rudat, di daerah Jawa Tengah.
15. Reog.
Dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Pemainnya memakai topeng kepala macan, dihiasi bulu merak, sering disertai dengan kuda kepang.
16. Rudat.
Seni tari dan nyanyian yang diiringi dengan rebana di daerah Jawa Barat. Lagu –lagunya berisi ajaran agama Islam.

17. Srandul.
Seperti kethoprak, tetapi lebih sederhana, cukup dimainkan di halamn rumah, hidup di daerah Jawa Tengah.

5. Teknik-Teknik Teater

Teknik-teknik teater yang guru saya ajarkan antara lain :

Pernapasan
Pernapasan yang di gunakan adalah pernapasan perut. Pernapasan yang dapat kita simpan dan bersumber di perut. Cara melakukannya mudah, hirup udara sedalam-dalamnya dan gembungkan perut. Bukan menaikan pundak ataupun dada, melainkan gembungkan perut, tahan dan simpan.
Pernapasan dada juga termasuk dalam teknik pernapasan, tetapi pernapasan dada sering kali membuat tenggorokan menjadi sakit bahkan kadang membuat suara hilang dalam jangka waktu beberapa hari. Pernapasan dada kadang digunakan pada saat pertunjukan dengan di bantu soundsystem ataupun saat dialog tiap pemain tidak banyak.
Vocal
Vocal harus keras
Menggunakan pernapasan perut. Cara mengolah vocal dengan perut akan meminimalisir kehabisan suara, dan meminimalisir terjadinya sakit pada tenggorokan bila menggunakan pernapasan dada.
Cara yang biasa dilakukan untuk melatih vocal agar terdengar keras yaitu dengan pernapasan perut dan melakukannya berulang kali dengan berteriak menyebutkan A-I-U-E-O.
Ekspresi
Ekspresi yang menarik perhatian adalah ekspresi lucu, dan natural. Cara menaturalkan ekspresi adalah dengan cara memberi sugesti pada diri sendiri. "Aku adalah tuyul dan tuyul adalah aku. aku seperti tuyul dan tuyul seperti aku." Beri sugesti seperti itu jika peran yang di mainkan adalah peran sebagai tuyul. Sehingga, kamu bebas mengekspresikan tuyul pada dirimu. Misal tuyul dengan bibir merot, membelalakkan mata, memperlebar bibir, dsb.
Ekspresi yang kedua adalah ekspresi dengan mengikat gerakan bibir, pipi, sorotan mata, alis, dan mimik wajah. Hal itu akan mempertajam peran.
Blocking
Blocking adalah tata atau penempatan pemain teater di atas panggung agar terlihat tidak monoton, tidak terkesan mempersempit panggung, ataupun memperluas panggung. Blocking biasanya di tata oleh sutradara ataupun guru teater. Atau bisa juga bloking dapat diatur oleh pengamat. Jadi, dalam teater pasti akan muncul rasa janggal ketika melihat proporsisi yang tidak enak di pandang. Nah, blocking inilah yang membuat penampilan para pemain menjadi indah ketika dilihat.
Blocking tidak boleh membelakangi penonton. Artinya, para pemain teater dalam berdialog tidak boleh membelakangi penonton dengan menyuguhkan punggungnya. Jadi, ketika para pemain berdialog, harus tetap memerhatikan sudut pandang penonton.

 

Blocking ketika adegan masyarakat. Buat serapat mungkin (sesuai dengan panggung) dan usahakan buat barisan yang tidak saling menutupi pemain lain. Pemain dengan tinggi pendek di depan dan sebagian di samping kanan (misalkan masyarakat muncul dari kiri panggung) atau sebagian di samping kiri (misalkan masyarakat muncul dari kanan panggung).
Kadang, sesuatu yang kita lakukan tak selalu sama seperti apa yang kita harapkan. Jadi, usahakan blocking mengikuti lighting. Misalkan dalam latihan, tidak memakai lighting, namun dalam pementasan di panggung, akan ada perpaduan dengan lighting. Jadi, misalkan dalam panggung, blocking pemain teater tidak terkena lighting, usahakan pindah ke tempat yang terkena lighting. Tentu saja, cara berpindah harus dengan acting. Itu adalah cara kecil untuk mendapatkan fokus penonton.
Penjiwaan
Pemain teater harus menjiwai peran yang ia mainkan. Memberi sugesti jika peran yang di mainkan adalah tuyul. "Aku adalah tuyul dan tuyul adalah aku. aku seperti tuyul dan tuyul seperti aku.". Sugestilah diri sendiri saat memainkan peran sebagai tuyul. Jiwai peran itu, dan buatlah seolah-olah penonton melihat di atas panggung nampak seperti tuyul asli. Misalkan dengan cacat tangan, cacat kaki, budek, cadal, jail, iseng dsb.
Mainlah teater dengan hati. Semua pakai rasa.
Teknik Muncul
Sebelum pemain berada di atas panggung. Buatlah penonton yang menunggu terkejut dan memiliki bayangan sesuatu dengan teknik muncul. Teknik muncul bisa dari jaritan, suara gaduh, ataupun hentakan kaki. Misal sebelum masuk ke panggung, katakan "Maling" jika dalam adegan sedang kebingungan mencari maling. Dan buat suara itu sekeras mungkin untuk mencuri fokus penonton. Setelah itu, barulah ekpresi dan lanjutkan dialog.
Improvisasi
Improvisasi adalah teknik bagaimana pemain teater memberikan sanggahan, celetukan, atau tanggapan secara spontan. Cara untuk melatih improvisasi biasanya dengan di beri satu kata kunci misal "paku" buatlah kata-kata yang berhubungan dengan paku dan susunlah kata-kata yang nyaman diucapkan ketika berdialog.
6. Manfaat Teater

Bagi pemeran / artist / pemain yang terlibat dalam sebuah pertunjukan teater, manfaat yang didapatkan diantaranya :

Melatih kerja sama yang baik dalam organisasi atau kelompok.
Mengembangkan kecakapan sosial
Menambah relasi / pertemanan
Mengembangkan tiap individu dalam hal daya kreasi
Mengembangkan emosi yang sehat pada tiap diri pemain
Menghilangkan sifat malu. Gugup, tegang, takut, dll.
Belajar memberikan apresiasi kepada diri sendiri dan orang lain dalam kelompok
Melatih kepemimpinan dan kerja keras.
sedangkan manfaat bagi penonton yang menyaksikan sebuah pertunjukan teater diantaranya :

1.      Belajar memberikan apresiasi atas karya seni seseorang/kelompok

2.      Memperkaya ilmu pengetahuan sosial karena sebuah pertunjukan sosial biasanya membawakan cerita rakyat atau cerita sosial.

3.      Sebagai sarana pendidikan


 

7. Hal-hal yang Perlu diperhatikan pada Saat Pementasan Teater

1. Naskah atau Lakon
    Naskah atau lakon harus dibuat terlebih dahulu karena perannya sangat penting dalam sebuah pertunjukan teater. Naskah ini akan memberi batasan kepada sutradara dan pemain serta untuk penyesuaian panggung dan latar.
2. Pemain
    Pemain adalah orang-orang yang akan memerankan tokoh yang ada dalam naskah. Pemilihan pemain yang sesuai dengan naskah akan berpengaruh pada keberhasilan suatu peran, bahkan keberhasilan secara keseluruhan pementasan.

3. Properti

    Properti atau pakaian yang akan dikenakan oleh pemain sangat penting karena akan menunjang pada pengidentifikasian tokoh atau karakter tertentu. Properti harus sesuai dengan peran apalagi pada pementasan

teater yang membawakan cerita pewayangan. Misalnya, seorang raja menggunakan baju kerajaan dan memakai mahkota.

4. Arena Pertunjukan

    Arena pertunjukan adalah tempat untuk pelaksanaan pementasan. Tempat ini bisa di lapangan terbuka atau ruang pementasan. Jika di tempat terbuka, semuanya harus disesuaikan dengan keadaan. Misalnya,pencahayaan bisa menggunakan obor atau lampu petromak, latar bisa sederhana tanpa background, posisi penonton bisa setengah melingkar, dan pengiring musik bisa ditempatkan di samping.

5. Penonton

    Penonton adalah penikmat pertunjukan teater. Penonton harus ditempatkan sesuai dengan posisi panggung, jangan sampai posisi penonton berada di belakang panggung. Satu hal yang penting yaitu menentukan cara agar pertunjukan dipenuhi oleh penonton. Caranya bisa dilakukan yaitu dengan pengumuman lewat pam flet, poster, baliho, atau untuk di pedesaan biasanya pengumuman langsung melalui pengeras suara yang berkeliling. Di zaman modern seperti sekarang, bisa menggunakan iklan di televisi atau radio.

8.Hambatan-Hambatan dalam Seni Teater

Hambat-hambatan dalam pertunjukan seni dan pameran di sekolah

1) faktor tempat

Untuk mengadakan pertunjukan seni dan pameran di sekolah membutuhkan tempat yang luas untuk panggung dan penonton menyaksikan pertunjukan.

2) faktor perlengkapan

Sekolah kadang tidak memiliki peralatan dan perlengkapan yang cukup untuk para pelaku seni. Sehingga pelaku seni harus menyiapkan peralatan dan perlengkapannya sendiri.

3) faktor dana

Untuk mempersiapkan sebuah pertunjukan seni dan pameran, dibutuhkan dana yang cukup besar. Sedangkan sekolah memiliki anggaran yang terbatas untuk peralatan dan perlengkapan.


 

4) faktor pelaku seni

Biasanya sekolah hanya memiliki guru dalam bidang seni tertentu dalam jumlah yang sangat terbatas, sehingga para pelaku seni tersebut kurang terakomodir untuk pelatihan dan persiapannya.

5) faktor waktu

Untuk mempersiapkan sebuah pertunjukan seni dan pameran, sekolah memiliki keterbatasan waktu. Karena adanya pembelajaran yang harus dijalani olh pihak sekolah dan murid. Sehingga untuk menyiapkannya memerlukan waktu yang lama dan rencana yang matang.

9.     Peran Teater dalam Kehidupan masyarakat Modern

Teater memiliki peranan yang cukup besar dalam masyarakat modern, terutama bagi personil yang terlibat teater dan bagi penonton teater. Bagi personil yang terlibat langsung dalam teater, selain dapat menghibur, mereka juga terhibur karena pentas dapat dijadikan ajang ekspresi yang positif. Teater dapat dipakai sebagai salah satu media pendidikan dalam rangka interaksi edukatif secara berkelompok. 

Teater juga dapat dipakai sebagai media ekspresi untuk mengungkapkan pemikiran,perasaan, dan emosi-emosi seperti: kemarahan, kesedihan, kegembiraan, kegeraman, kesombongan, keangkuhan, dan keramahan. Di samping itu, unsur ketenaran dan faktor ekonomi tidak dipungkiri menjadi daya tarik teater bagi personil yangmenggelutinya.

Demikian pula berbagai alasan seseorang menonton teater. Ada yang ingin melihat akting pemain, sebagai hiburan alternatif, maupun upaya mendapatkan katarsis penyucian jiwa. Teater juga berfungsi sebagai sarana  penyampaian informasi melalui seni peran tentang apa yang terjadi di masyarakat, baik keburukan maupun kebaikan, yang dapat diambil hikmahnya oleh penonton. Hal yang yang buruk dapat dijadikan pelajaran, sedangkan hal yang baik dapat dijadikan suri teladan bagi penonton yang menyaksikan.

Selain itu, teater juga berperan sebagai cermin sekaligus kontrol sosial di dalam masyarakat. Hal ini sangat tepat karena teater merupakan sarana komunikasi secara langsung kepada masyarakat melalui sindiran-sindiran tajam atau umpan balik antara pemain dengan penonton. Dengan demikian akan menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat.

10.                        Peran Teater dalam Kehidupan masyarakat Modern

      Sekitar permulaan abad 17 di lingkungan masyarakat Belanda-Eropa di Batavia dan akhir abad 19 di kota-kota besar lainnya telah lama berkembang tearer tradisional Indonesia. Kehidupan pertanian yang berurusan dengan tanah, air, produksi, kesuburan, kemakmuran, hama, musim kering, memberikan dasar-dasar estetika berdirinya teater tradisional. Selain itu, kehidupan yang amat erat hubungannya dengan siklus alam (musim, matahari, bintang-bintang) menjadikan dasar pokok estetika kesenian bersifat religi sehingga seni teater menjadi sesuatu yang sakral dan harus dilakukan secara sungguh-sungguh dengan segala hal seremoninya. Pertunjukan teater tradisional tidak dapat diadakan sembarangan waktu, tetapi harus dipertunjukkan dengan suatu alasan dan maksud yang berhubungan dengan sistem kepercayaan yang ada. Oleh karena itu, pertunjukan teater tradisional tidak dapat dikemas menurut kehendak penonton atau penyelenggara tontonan. Setiap jenis teater tradisional mempunyai ketentuan permainan tertentu sehingga teater tradisional terikat oleh sistem kepercayaan.
Dengan demikian untuk mengenal teater tradisional Indonesia tidak sederhana karena dasar estetikanya berdasarkan sistem religi yang begitu beragam secara etnis maupun historis.

Thursday, 28 January 2021

Jenis Jenis Sumber Daya Alam

 Jenis Jenis Sumber Daya Alam

Jenis Jenis Sumber Daya Udara

a) Sumber Daya Energi Surya



    Sumber daya surya yang dipancarkan matahari ke bumi melalui udara sebanyak setengah per 1 milyar bagian dari seluruh energi matahari. Sumber daya tersebut mengandung energi ± 173 triliun kilowatt. Pemanfaatan energi surya secara langsung dalam bentuk energi panas dan listrik melalui konversi oleh sistem fotovoltaik (listrik tenaga surya).

    Pemanfaatan energi panas surya dengan cara mengkonversikan radiasi surya dalam bentuk energi panas melalui kolektor penyerapan panas, kemudian dapat dimanfaatkan langsung untuk pemanasan ruangan, pengeringan, pemanasan air untuk keperluan rumah tangga, atau industri.

    Manfaat lain dari energi surya adalah untuk deselinasi dan peleburan material dengan panas, dengan cara mengonsentrasikan atau memfokuskan sinar matahari dibantu dengan alat optik atau penggunaan pembangkit energi melalui proses thermo-elektrik. Selain itu, energi surya juga dapat dimanfaatkan sebagai proses penyejuk udara (air conditioning).

    Sistem listrik yang bersumber dari tenaga surya dapat bersifat “desentralisasi”, sehingga tidak memerlukan sistem atau jaringan berskala besar. Dengan kondisi geografis Indonesia, sistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk daerah-daerah terpencil yang sulit atau tidak mungkin dijangkau dengan jaringan PLN, sehingga masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dapat merasakan pembangunan sebagaimana halnya masyarakat perkotaan, seperti penerangan listrik, pompa air, komunikasi (radio dan TV), dan sebagainya.

b) Sumber Daya Energi Angin 

 


    Energi angin adalah energi yang relatif bersih dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan karbon dioksida (CO2) atau gas-gas lain yang berperan dalam pemanasan global, sulphur dioksida dan nitrogen oksida (jenis gas yang menyebabkan hujan asam). Energi ini pun tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia. Meski demikian, harap diingat bahwa sekecil apapun semua bentuk produksi energi selalu memiliki akibat bagi lingkungan. Hanya saja efek turbin angin sangat rendah, bersifat lokal dan mudah dikelola. Di samping itu turbin atau kincir angin memiliki pesona tersendiri dan menjadi atraksi wisata yang menarik, seperti misalnya saja kincir-kincir angin di negeri Belanda.

    Di negara-negara Eropa, pemanfaatan sumber energi yang dapat diperbaharui diperkirakan bakal mencapai 8% dari permintaan energi di tahun 2005. Energi angin menjadi salah satu alternatif yang banyak dipilih dan sekaligus berfungsi mengurangi emisi gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh perangkat sumber energi sebelumnya. Tujuh tahun belakangan ini, kapasitas energi angin terpasang di Eropa melonjak hingga 40% per tahun dan saat ini kapasitas tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 5 juta kepala keluarga. Industri energi tenaga angin diperkirakan bakal memiliki kapasitas 40.000 MW (mega Watt) yang dapat mencukupi kebutuhan listrik untuk 50 juta kepala keluarga pada tahun 2010.

    Industri ini juga menyerap lumayan banyak tenaga kerja, sehingga potensial untuk mengurangi angka pengangguran. Sebagai contoh di Denmark saja, sekitar 8.500 orang tertampung dalam bidang industri energi angin, dan 4000 peluang kerja di luar Denmark tercipta dari bisnis ini. Jumlah pekerja yang terlibat dalam industri energi angin di Eropa diperhitungkan mencapai lebih dari 20.000 orang.

    Untuk menangkap energi angin digunakan sayap atau “baling-baling”, sehingga energi angin dapat diperoleh menjadi tenaga penggerak yang selanjutnya dapat digunakan untuk menggerakkan peralatan atau sumber energi lain, seperti generator listrik. Secara geografis Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa yang berada pada kondisi angin yang kurang menguntungkan (daerah wind-still), namun di beberapa daerah seperti Maumere, Palu, dan Waingapu memiliki potensi sumber daya angin yang cukup potensial.

Jenis Jenis Sumber Daya Tanah

a) Tanah dengan Bahan Induk Vulkanik

    Tanah vulkanis adalah tanah hasil pelapukan  bahan padat dan bahan cair yang dikeluarkan gunung berapi. Tanah tersebut sangat subur. Oleh karena itu, banyak daerah pertanian di usahakan di daerah vulkanis.

Tanah Vulkanik terdiri dari beberapa jenis yaitu :

–          Regosol.

    Tanah regosol memiliki ciri-ciri seperti berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning, dan memiliki kadar bahan organik yang rendah. Tanah regosol banyak terdapat di Pulau Sumatra, Jawa, dan Kepulauan Nusa Tenggara. Tanah regosol cocok untuk tanaman palawija, tembakau dan buah-buahan.

–          Latosol.

    Tanah latosol bercirikan warna merah hingga kuning, kandungan bahan organik sedang, dan bersifat asam. Tanah latosol banyak terdapat di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Jawa, Bali, Minahasa, dan Papua. Tanah latosol cocok untuk tanaman padi, palawija, kelapa, karet, kopi, kelapa sawit dan buah-buahan.

b) Tanah Aluvium.

    Tanah aluvium adalah tanah hasil erosi yang diendapkan di daerah-daerah dataran rendah. Tanah aluvium bercirikan warnanya kelabu dan bersifat subur. Tanah aluvium terdapat di Sumatra sebelah timur, Jawa bagian utara, Kalimantan sebelah barat dan selatan, serta Papua sebelah utara dan selatan. Tanah aluvium cocok bagi tanaman padi, palawija, tembakau, tebu, kelapa dan buah-buahan.

d) Tanah dengan Bahan Induk Bukan Vulkanik ( Tanah Tertier )

      


    Bahan induk dari tanah ini bukan hasil aktivitas atau letusan gunung berapi. Jika kita memperhatikan peta sebaran tanah di Indonesia, sebaran tanah yang berbahan induk bukan vulkanik terletak di daerah berikut.

1. Sebelah timur dari rangkaian pegunungan di Sumatra (Pegunungan Bukit Barisan), Kepulauan Riau, Bangka, Belitung, dan lain-lain.

2. Bagian utara Jawa Timur (sebelah utara Pegunungan Kendeng) dan Madura.

3. Bagian kecil dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (Sumba, Timor).

4. Sebagian besar wilayah Sulawesi.

5. Kalimantan dan sebagian besar Papua.

6. Sebagian besar Maluku.

e) Tanah Organaik

 




Tanah organic terdiri dari Tanah Humus dan Tanah Gambut :

- Tanah Humus    

                                                

Tanah Humus terbentuk dari hasil pembusukan bahan bahan organic. Ciri ciri tanah ini adalahberwarna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organic, sangt subur. Manfaatnya sebagi lahan pertanian Persebaran tanah ini adalah di Lampung, Jawa Tengah Bagian Selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara.

- Tanah Gambut



   Tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organic di daerah yang selalu tergenang air (rawa rawa).Tanah ini bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingg tidak subur. Manfaatnya  untuk pertanian pasang surut.Persebarannya di Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, dan Pantai Selatan.

f) Tanah Litosol (tanah berbatu-batu)



• Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar

• Ciri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi

• Pemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutan

• Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera

Jenis Jenis Sumber Daya Air

a) Air Laut

 


Air laut adalah air dari laut atau samudera. Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 gram garam. Air laut memiliki kadar garam karena bumi dipenuhi dengan garam mineral yang terdapat di dalam batu-batuan dan tanah.

b) Air Sungai

 


Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara).

c) Air Danau

 


Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang yterakumulasi di suatu tempat yamg cukup luas.

d) Air Hujan

Hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butiran air yang cukup berat, kemudian menjadi awan, kemudian berpindah lokasi, dan akhirnya menurunkan Hujan.

e) Air Terjun

Air terjun adalah formasi geologi dari aru air yang mengalir melalui suatu formasi yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Air tejun dapat berupa batun yang biasa digunakan di taman. Beberapa air terjunterbentuk di lingkungan pegunungan dimana erosi kerap terjadi.

Jenis Jenis Sumber Daya Hutan


a) Flora
Flora dari bahasa latin, alam tumbuhan/ natabah adalah khazanah segala macam jenis tanaman/ tumbuhan.
 


b) Fauna
Fauna, dari bahasa latin adalah khazanah segala macam jenis hewan.
 


Jenis Jenis Sumber Daya Tambang

a) Minyak Bumi dan Gas



Minyak bumi dan gas merupakan sumber energy utama yang saat ini banyak dipakai untuk keperluan industry, transportasi, dan rumah tangga.

b) Batu Bara



    Batu bara adalah batuan sedimen yang berbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap sellama jutaan tahun yang lalu.

c) Bauksit

Bauksit adalah sumber biji utama untuk menghasilkan alumuniun.

d) Pasir besi

     Pasir besi adalah sejenis pasir dengan konsentrasi besi yang singfikan.

e) Emas



    Emas adalah unsur kimia dalam table periodic dan merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa.

f) Timah

    Timah merupakan logamm putih keperakan.

g) Tembaga



     Tembaga merupakan logam kemerahan dengan struktur Kristal kubus.

h) Nikel



    Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan padan industry logam.

i) Mangan



Magan  adalah suatu logam rapuh berwarna kelabu keputihan yang terdapat dalam 8 bentuk oksida.

j) Aspal



Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat, berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis.

k) Belerang

Belerang merupakan salah satu unsur kimia dalam table periodic mempunyai lambing “S”  dan juga nomor Atom 16.

l) Marmer

Marmer adalah batuan Kristalin kasar yang berasal dari batu gamping atau dolomit.

m) Yodium


Yodium adalah halogen yang reaktivitasnya paling rendah dan paling bersifat elektro positif.

Jenis Jenis Potensi dan Pesebaran Sumber Daya laut


a) Perikanan

 


Salah satu potensi sumber daya laut yang telah lama dimanfaatkan penduduk adalah sumber daya perikanan. Laut Indonesia memiliki angka potensi lestari sebesar 6,4 juta ton per tahun. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan ikan untuk melakukan regenerasi sehingga jumlah ikan yang ditangkap tidak akan mengurangi populasi ikan. Berdasarkan aturan internasional, jumlah tangkapan yang diperbolehkan ialah 80% dari potensi lestari tersebut atau sekitar 5,12 juta ton per tahun. Kenyataannya, jumlah tangkapan ikan di Indonesia mencapai 5,4 juta ton per tahun. Ini berarti masih ada peluang untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan, yaitu sebesar 720.000 ton per tahun.


Jika dibandingkan sebaran potensi ikannya, tampak adanya perbedaan secara umum antara Indonesia bagian Barat dan Timur. Di Indonesia bagian Barat dengan rata-rata kedalaman 75 meter, jenis ikan yang banyak dtemukan adalah ikan pelagis kecil. Kondisi yang agak berbeda terdapat di kawasan Indonesia Timur yang kedalaman lautnya mencapai 4.000 m. Di kawasan Indonesia Timur, banyak ditemukan ikan pelagis besar seperti tuna dan cakalang.

         Selain ikan tangkap (ikan yang tersedia di lautan), penduduk Indonesia juga melakukan budi daya ikan di daerah pesisir. Di pantai utara Pulau Jawa, banyak penduduk yang mengembangkan usaha tambak. Jenis ikan yang dikembangbiakkan adalah ikan bandeng dan udang.

 

Usaha budi daya ikan di daerah pesisir

Kekayaan laut Indonesia juga berada di wilayah pesisir berupa hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, dan terumbu karang. Indonesia memiliki 13.466 pulau sehingga garis pantainya sangat panjang.





` b) Hutan Mangrove



Hutan mangrove atau lebih dikenal masyarakat sebagai hutan bakau merupakan tipe hutan yang terletak di daerah pasang surut air laut. Pada saat air pasang, hutan mangrove tergenang oleh air laut dan pada saat surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut. Biasanya hutan mangrove berkembang dengan baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, maupun laguna. Tumbuhan yang hidup di hutan mangrove tahan terhadap garam yang terkandung dalam air laut.


Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis dan fungsi ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat atau tempat hidup binatang laut untuk berlindung, mencari makan, atau berkembang biak. Fungsi ekologis lainnya dari hutan mangrove adalah melindungi pantai dari abrasi air laut.


Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomi dari kayu dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Penduduk biasanya memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar dan bahan pembuat arang.

Friday, 22 January 2021

Puisi "Berdamai Dengan Pilihan"

Puisi "Berdamai Dengan Pilihan"



Berdamai dengan Pilihan

Oleh : A.Tenri Ayu Wulandari


Kau pikir kau hanya orang biasa? 

Kau pikir kau bukan siapa – siapa?

Lantas kau acuh pada negerimu?

Kau acuh pada pilihanmu?


Kau salah…

Ini negerimu, kedaulatan ada di tanganmu

Ini negerimu, kau punya hak

Hak memilih yang menjamin negeri ini


Jangan kau pikir

Kau mengikuti egomu dalam memilih

Kau melakukan politik uang untuk dipilih

Kau melakukan serangan fajar agar terpilih


Bisakah kau berdamai dengan pilihan?

Saling menghargai hak pilih orang lain

Bisakah kau berdamai dengan pilihan?

Pilihan yang menentukan negara ini kedepannya


Sebentar lagi pemilu dimulai

Telinga akan mendengar

Mata akan melihat

Calon wakil raykat yang menebar janji – janji

Ketuklah hati

Bulatkan tekat, pilih yang bersih

Walaupun tak ada yang sempurna

Setidaknya berdamailah dalam memilih

Untuk kau calon wakil rakyat

Jangan biarkan tinta diujung jari kami

Pudar bersama janji-janjimu

Ingatlah bahwa janjimu akan menjamin negara ini


Jadilah pemilih yang  damai

Jadilah pemilih yang bersih

Jadilah pemilih yang tertib

Turutlah andil dalam pemilihan


Pemilu milik kita

Pemilu ditangan kita

Masa depan ada pada pilihan

Maka janganlah salah pilih